Minggu, 11 Juni 2023
Modul 3 Counter
Rabu, 07 Juni 2023
Laporan Akhir 2 modul 2
- Modul D'Lorenzo ( Panel DL 2203C, Panel DL 2203D, Panel DL 2203S)
Laporan Akhir 1 Modul 2
- Modul D'Lorenzo ( Panel DL 2203C, Panel DL 2203D, Panel DL 2203S)
Sabtu, 03 Juni 2023
Modul 2 Flip Flop
- Merangkai dan menguji rangkaian flip flop
Flip-FlopFlip-flop adalah rangkaian elektronika yang memilki dua kondisi stabil dan dapat digunakan untuk menyimpan informasi. Flip-flop merupakan pengaplikasian gerbang logika yang bersifat Multivibrator Bistabil. Dikatakan Multibrator Bistabil karena kedua tingkat tegangan keluaran pada Multivibrator tersebut adalah stabil dan hanya akan mengubah situasi tingkat tegangan keluarannya saat dipicu (trigger). Flip-flop mempunyai dua Output (Keluaran) yang salah satu outputnya merupakan komplemen Output yang lain. Selain menyimpan informasi flip flop juga digunakan untuk mencacah pulsa dan pentriggger clock.
a. R-S Flip-FlopR-S Flip-flop merupakan dasar dari semua flip-flop yang memiliki 2 gerbang inputan atau masukan yaitu R dan S.
Gambar 2.3 R-S Flip-Flop
b. J-K Flip-FlopKelebihan J-K Flip-flop adalah tidak adanya kondisi terlarang atau yanng berarti diberi berapapun inputan asalkan terdapat clock maka akan terjadi perubahan pada keluaran atau outputnya.c. D Flip-FlopD Flip-flop merupakan salah satu jenis flip-flop yang dibangun dengan menggunakan flip-flop R-S. Perbedaan dengan R-S flip-flop terletak pada inputan R, dan D Flip-flop inputan R terlebih dahulu diberi gerbang NOT.d. T Flip-FlopT Flip-flop merupakan rangkaian flip-flop yang telah di buat dengan menggunakan J-K Flip-flop yang kedua inputannya dihubungkan menjadi satu maka akan diperoleh flip-flop yang memiliki watak membalik output sebelumnya jika inputannya tinggi dan outputnya akan tetap jika inputannya rendah.
Gambar 2.6 T Flip-Flop
Tugas Pendahuluan 2 modul 2
Untuk prinsip kerja Percobaan 2 kondisi 5 yaitu dengan menggunakan T flip-flop. T flip-flop merupakan jenis flip-flop jika di mana kaki J dan K dijadikan satu atau digabung. Untuk IC yang dipakai pada simulasi ini ialah 74LS112, yang memiliki 4 buah inputan yaitu J, K, R dan S. R dan S merupakan reset dan set, di mana reset mengatur output menjadi 0 dan set mengatur output menjadi 1. Sesuai pada kondisi percobaan dua kondisi lima yaitu B0 = 0 B1 = 0 B2 = 1. untuk B1 terhubung ke set dan B2 terhubung ke R dan B1 terhubung ke clock. sedangkan J dan K sama-sama dihubungkan ke vcc sebagai T. karena R dan S keduanya aktif low dan Dan S yang terhubung ke B0 bernilai 0l sehingga set aktif mengakibatkan output atau Q bernilai 1
Tugas Pendahuluan 1 Modul 2
4. Prinsip Kerja [Kembali]
Kamis, 01 Juni 2023
Laporan Akhir 1 Modul 1
Percobaan 1.1
Pada percobaan 1 bertujuan menguji dan melihat output gerbang logika dasar dengan input B1 dan B0 menggunakan gerbang logika NOT (H1), AND (H2), OR (H3), XOR (H4), NAND (H5), NOR (H6), dan XNOR (H7).
- Gerbang NOT (H1)
Gerbang not menggunakan prinsip kebalikan (invers), yaitu output merupakan hasil dari kebalikan input. Jadi ketika B1 = 1 maka output yang dihasilkan gerbang NOT, yaitu H1 = 0. Ketika B1 = 0 maka outputnya adalah H1 =1.
- Gerbang AND (H2)
Gerbang AND menggunakan prinsip perkalian input untuk menghasilkan output. Ketika salah satu input bernilai 0, maka output yang dihasilkan pada H2 adalah 0. Oleh karena itu, output gerbang AND akan bernilai satu ketika semua inputnya bernilai 1 juga. Misalnya :
B1 = 0 dan B0 = 1, maka H2 = 0
B1 = 1 dan B0 = 1, maka H2 = 1
- · Gerbang OR (H3)
Gerbang OR menghasilkan output dari penjumlahan input, artinya ketika salah satu atau semua input bernilai 1 maka output yang dihasilkan H3 = 1. Misalnya,
B1 = 0 dan B0 = 0, maka H3 = 0
B1 = 0 dan B0 = 1, maka H3 = 1
- · Gerbang XOR (H4)
Prinsip gerbang XOR adalah menghasilkan output 1 ketika input berjumlah ganjil dan bernilai 0 ketika input berjumlah genap. Misalnya,
B1 = 1 dan B0 = 1, maka H4 = 0
B1 = 1 dan B0 = 0, maka H4 = 0
- · Gerbang NAND (H5)
Gerbang NAND, menghasilkan output dari perkalian input kemudian dibalikkan (diinverskan). Mudahnya, gerbang NAND adalah kebalikan dari gerbang AND. Misalnya,
B1 = 1 dan B0 = 1, maka H5 = 0
B1 = 1 dan B0 = 0, maka H5 = 1
B1 = 0 dan B0 = 0, maka H5 = 1
- · Gerbang NOR (H6)
Prinsip dari gerbang NOR merupakan kebalikan dari gerbang OR, artinya outputnya diperoleh dari penjumlahan input yang diinverskan. Misalnya,
B1 = 0 dan B1 = 0, maka H6 = 1
B1 = 1 dan B0 = 0, maka H6 = 0
B1 = 1 dan B0 = 1, maka H6 = 0
- · Gerbang XNOR (H7)
Prinsip gerbang XNOR merupakan kebalikan dari gerbang XOR, artinya outputnya bernilai 1 ketika penjumlahan input bernilai genap. Misalnya,
B1 = 0 dan B0 = 0, maka H7 = 1
B1 = 1 dan B0 = 1, maka H7 = 1
Percobaan 1.2
- Nyala lampu output H1 dan H berlawanan, artinya bentuk gelombang pulsa antaran clock dan Not berlawan.
- Lampu output H2 mati selalu ketika B0=0, artinya bentuk gelombang pulsa yang dihasilkan gerbang AND adalah berupa garis lurus di titik 0. dan Nyala lampu output H1 dan H sama ketika B0=1, artinya bentuk gelombang pulsa antaran clock dan AND adalah sama.
- Nyala lampu output H3 dan H adalah sama ketika B0=0, artinya bentuk gelombang pulsa antaran clock dan OR juga sama. dan lampu output H3 mati selalu ketika B0=1, artinya bentuk gelombang pulsa yang dihasilkan gerbang OR adalah berupa garis lurus di titik maksimum.
- Nyala lampu output H4 dan H sama ketika B0=0, artinya bentuk gelombang pulsa antaran clock dan XOR adalah sama. Nyala lampu output H4 dan H berbeda ketika B0=1, artinya bentuk gelombang pulsa antaran clock dan XOR adalah berlawanan.
- Lampu output H5 hidup selalu ketika B0=0, artinya bentuk gelombang pulsa yang dihasilkan gerbang NAND adalah berupa garis lurus di titik maksimum. Nyala lampu output H5 dan H berbeda ketika B0=1, artinya bentuk gelombang pulsa antaran clock dan NAND adalah berlawanan.
- Nyala lampu output H6 dan H berbeda ketika B0=0, artinya bentuk gelombang pulsa antaran clock dan NOR adalah berlawanan. Lampu output H6 mati selalu ketika B0=1, artinya bentuk gelombang pulsa yang dihasilkan gerbang NOR adalah berupa garis lurus di titik 0.
- Nyala lampu output H7 dan H berbeda ketika B0=0, artinya bentuk gelombang pulsa antaran clock dan XNOR adalah berlawanan. Nyala lampu output H7 dan H sama ketika B0=1, artinya bentuk gelombang pulsa antaran clock dan XNOR adalah sama.
Entri yang Diunggulkan
LA 2 modul 3
[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Prosedur 2. Hardware dan diagram blok 3. Rangkaian Simulasi dan P...
-
[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Tujuan 2. Alat dan Bahan 3. Dasar Teori 4. Percobaan Percobaan A. Tugas...
-
[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Tujuan 2. Alat dan Bahan 3. Dasar Teori 4. Percobaan Percobaan A. Tugas...
-
[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Jurnal 2. Alat dan Bahan 3. Rangkaian Simulasi 4. Prinsip Kerja Rangkaian 5....













